Kekurangan adalah hal yang wajar dalam suatu kehidupan. Manusia
yang normal tak ingin dalam hidupnya ada sebuah kekurangan. Terutama kekurangan
materi, fisik, dan psikis.
Namun, kebanyakan manusia suka mengeluh dengan kekurangan mereka. Karna
dengan rasa mengeluh menunjukkan ketidak
ada rasa syukuran atas apa yang telah Allah berikan. Dengan mengeluh tidak akan
merubah keadaan. Semakin kita mengeluh, semakin terpuruknya kita. Semakin kita
tidak syukur, semakin kufurnya kita. Dan Allah sangat tidak menyukai
hamba-hamba-Nya yang tidak bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan-Nya,
apalagi kufur. Karna sungguh adzab Allah sangatlah pedih bagi
hamba-hamba-NYA yang tidak bersyukur ataupun kufur.
Dengan bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan-Nya, meskipun
bukan dalam hal materi, namun ketenangan jiwa, kesehatan juga merupakan suatu
nikmat yang amat sangat berharga. Bayangkan, jika kita memiliki uang berlimpah,
istana yang megah, kendaraan inova, namun andaikata kita sering ditimpa
musibah, sakit parah, hati yang sering gundah, dimanakah letak kenikmatannya? Tentunya
kita semua tidak menginginkan hal itu. Memang setiap orang menginkan kebahagian
yang lengkap, memiliki harta berlimpah, rumah mewah, kendaraan inova, memiliki
suami yang setia, anak-anak yang sholih-sholihah, jarang ditimpa musibah
apalagi sakit parah. Namun bukankah Allah akan selalu menguji hamba-Nya.
Tinggal seorang hamba bagaimana menghadapi semua itu. Apakah menganggap itu
sebagai musibah, ujian, atau merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Karna sesungguhnya, harta bukanlah sumber kebahagiaan, harta
hanyalah sebuah kesenangan, titipan yang harus dijaga, dan harus dijalankan
sesuai ketentuan agama untuk sebuah kemaslahatan.
Lalu bagaimana jika kita diuji dengan kekurangan sebuah materi???
Bagaimanakah kita menghadapi semua itu? Kita butuh uang untuk keperluan kita
sehari-hari, bagi mereka yang telah berumah tangga, tentu uang merupakan
kebutuhan yang sangat pokok bagi berlangsungnya kehidupan ini. Untuk biaya
makan sehari-hari, membayar tagihan, membayar biaya anak sekolah, dan
kebutuhan-kebutuhan lain yang tak terduga. Dari manakah kita membayar semua itu
kalau bukan dengan uang? Pasti sebagai
kepala rumah tangga akan sangat pusing memikirkan hal itu, seorang istri akan
sering marah-marah jika kurang uang bulanan.
Ini menunjukkan betapa pentingnya uang dalam kehidupan sehari-hari.
Dan mereka yang cukup dengan materi, terlihat sangat bahagia. Padahal kita
tidak tahu ada masalah-masalah lain yang mereka hadapi,mungkin itu lebih berat dari
kita. Bahkan para pengusaha terkadang merasa iri melihat kehidupan seorang
petani, terlihat tanpa beban, mereka hanya memikirkan esok yang akan
dimakan. Sungguh manusia selalu melihat orang lain
lebih bahagia darinya.
“ Rumput tetangga lebih
hijau “ itulah sebuah ungkapan yang memiliki arti bahwa kehidupan orang lain terlihat
lebih bahagia. Padahal sesungguhnya tidaklah begitu benar. Yang penting adalah
rasa syukur. Berapa pun kekurangan kita, apapun bentuk kekurangan kita,
tetaplah harus bersyukur. Karna dengan bersyukur , Allah akan menambah
kenikmatan-Nya. Dalam firman-Nya “ Lain syakartum la azidannakum, walain
kafartum inna adzabii lasyadid “
Maka syukur dan syukur kita sebagai hamba atas apa yang telah Allah
berikan. Dengan tetap berusaha, berdoa, dan tawakkal itulah kunci kebahagiaan.
Jika pun ingin mmmengeluh, maka cukupkanlah kita curhat kepada Allah, tanpa
kita berbicara kepada orang-orang keluhan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar