SELAMAT DATANG SAHABAT


Sabtu, 12 Maret 2016

PENTINGNYA RASA SYUKUR



Kekurangan adalah hal yang wajar dalam suatu kehidupan. Manusia yang normal tak ingin dalam hidupnya ada sebuah kekurangan. Terutama kekurangan materi, fisik, dan psikis.
Namun, kebanyakan manusia suka mengeluh dengan kekurangan mereka. Karna  dengan rasa mengeluh menunjukkan ketidak ada rasa syukuran atas apa yang telah Allah berikan. Dengan mengeluh tidak akan merubah keadaan. Semakin kita mengeluh, semakin terpuruknya kita. Semakin kita tidak syukur, semakin kufurnya kita. Dan Allah sangat tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan-Nya, apalagi kufur.  Karna sungguh  adzab Allah sangatlah pedih bagi hamba-hamba-NYA yang tidak bersyukur ataupun kufur.
Dengan bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan-Nya, meskipun bukan dalam hal materi, namun ketenangan jiwa, kesehatan juga merupakan suatu nikmat yang amat sangat berharga. Bayangkan, jika kita memiliki uang berlimpah, istana yang megah, kendaraan inova, namun andaikata kita sering ditimpa musibah, sakit parah, hati yang sering gundah, dimanakah letak kenikmatannya? Tentunya kita semua tidak menginginkan hal itu. Memang setiap orang menginkan kebahagian yang lengkap, memiliki harta berlimpah, rumah mewah, kendaraan inova, memiliki suami yang setia, anak-anak yang sholih-sholihah, jarang ditimpa musibah apalagi sakit parah. Namun bukankah Allah akan selalu menguji hamba-Nya. Tinggal seorang hamba bagaimana menghadapi semua itu. Apakah menganggap itu sebagai musibah, ujian, atau merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Karna sesungguhnya, harta bukanlah sumber kebahagiaan, harta hanyalah sebuah kesenangan, titipan yang harus dijaga, dan harus dijalankan sesuai ketentuan agama untuk sebuah kemaslahatan.
Lalu bagaimana jika kita diuji dengan kekurangan sebuah materi??? Bagaimanakah kita menghadapi semua itu? Kita butuh uang untuk keperluan kita sehari-hari, bagi mereka yang telah berumah tangga, tentu uang merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi berlangsungnya kehidupan ini. Untuk biaya makan sehari-hari, membayar tagihan, membayar biaya anak sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang tak terduga. Dari manakah kita membayar semua itu kalau bukan dengan uang?  Pasti sebagai kepala rumah tangga akan sangat pusing memikirkan hal itu, seorang istri akan sering marah-marah jika kurang uang bulanan.
Ini menunjukkan betapa pentingnya uang dalam kehidupan sehari-hari. Dan mereka yang cukup dengan materi, terlihat sangat bahagia. Padahal kita tidak tahu ada masalah-masalah lain yang mereka hadapi,mungkin itu lebih berat dari kita. Bahkan para pengusaha terkadang merasa iri melihat kehidupan seorang petani, terlihat tanpa beban, mereka hanya memikirkan esok yang akan dimakan.   Sungguh manusia selalu melihat orang lain lebih bahagia darinya.
 “ Rumput tetangga lebih hijau “ itulah sebuah ungkapan yang memiliki arti bahwa kehidupan orang lain terlihat lebih bahagia. Padahal sesungguhnya tidaklah begitu benar. Yang penting adalah rasa syukur. Berapa pun kekurangan kita, apapun bentuk kekurangan kita, tetaplah harus bersyukur. Karna dengan bersyukur , Allah akan menambah kenikmatan-Nya. Dalam firman-Nya “ Lain syakartum la azidannakum, walain kafartum inna adzabii lasyadid “
Maka syukur dan syukur kita sebagai hamba atas apa yang telah Allah berikan. Dengan tetap berusaha, berdoa, dan tawakkal itulah kunci kebahagiaan. Jika pun ingin mmmengeluh, maka cukupkanlah kita curhat kepada Allah, tanpa kita berbicara kepada orang-orang keluhan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar