SELAMAT DATANG SAHABAT


Sabtu, 12 Maret 2016

HIDUP ADALAH PILIHAN



Sejatinya hidup adalah ketentuan yang maha kuasa
Namun manusia diberi kebebasan untuk memilih
karna Hidup itu adalah pilihan
Memilih untuk bahagia atau tidak bahagia
Memilih yang benar atau yang salah
Memilih yang halal atau yang haram
Memilih beriman atau ingkar

Saat engkau berada di alam ruh, engkau ditanya oleh Tuhanmu ( Allah )
Apakah engkau ingin menjadi manusia, tumbuhan , hewan atau yang lainnya
Namun engkau memilih untuk menjadi manusia
Dalam arti engkau akan mengikuti ujian
Saat engkau memutuskan untuk memilih ujian
Engkau bisa saja mendapat nilai 0 bahkan 99
Allah bisa saja memberi nilai kepadamu tanpa kamu harus mengikuti ujiannya
Namun engkau tidak bisa mencapai angka yang sempurna
Karna manusia diberi kebebasan memilih
Manusia diberikan hawa nafsu, lain halnya dengan malaikat
Yang 100% tunduk pada perintah Allah.
Saat engkau berada di jalan yang benar
                                Engkau akan lebih mulia dari malaikat
                                Saat engkau berada di jalan yang salah
maka engkau lebih hina dari malaikat

Sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang sempurna
Yang cerdas, berpengetahuan.
Maka itu alasan Allah menjadikan manusia
Sebagai kholifah di bumi ini
Walaupun ia akan membuat kehncuran di muka bumi
Namun Allah lebih maha mengetahui dengan apa yang ia ciptakan

Maka menjadilah manusia yang taat dan patuh pada perintah-NYA
Namun ketaatan diperlukan ilmu yang mengatur
bagaimana cara kita untuk tunduk dan patuh sepenunya kepada sang pencipta
Karna tujuan hidup adalah kembali kepada surga-NYA. Amien

PENTINGNYA RASA SYUKUR



Kekurangan adalah hal yang wajar dalam suatu kehidupan. Manusia yang normal tak ingin dalam hidupnya ada sebuah kekurangan. Terutama kekurangan materi, fisik, dan psikis.
Namun, kebanyakan manusia suka mengeluh dengan kekurangan mereka. Karna  dengan rasa mengeluh menunjukkan ketidak ada rasa syukuran atas apa yang telah Allah berikan. Dengan mengeluh tidak akan merubah keadaan. Semakin kita mengeluh, semakin terpuruknya kita. Semakin kita tidak syukur, semakin kufurnya kita. Dan Allah sangat tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan-Nya, apalagi kufur.  Karna sungguh  adzab Allah sangatlah pedih bagi hamba-hamba-NYA yang tidak bersyukur ataupun kufur.
Dengan bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan-Nya, meskipun bukan dalam hal materi, namun ketenangan jiwa, kesehatan juga merupakan suatu nikmat yang amat sangat berharga. Bayangkan, jika kita memiliki uang berlimpah, istana yang megah, kendaraan inova, namun andaikata kita sering ditimpa musibah, sakit parah, hati yang sering gundah, dimanakah letak kenikmatannya? Tentunya kita semua tidak menginginkan hal itu. Memang setiap orang menginkan kebahagian yang lengkap, memiliki harta berlimpah, rumah mewah, kendaraan inova, memiliki suami yang setia, anak-anak yang sholih-sholihah, jarang ditimpa musibah apalagi sakit parah. Namun bukankah Allah akan selalu menguji hamba-Nya. Tinggal seorang hamba bagaimana menghadapi semua itu. Apakah menganggap itu sebagai musibah, ujian, atau merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Karna sesungguhnya, harta bukanlah sumber kebahagiaan, harta hanyalah sebuah kesenangan, titipan yang harus dijaga, dan harus dijalankan sesuai ketentuan agama untuk sebuah kemaslahatan.
Lalu bagaimana jika kita diuji dengan kekurangan sebuah materi??? Bagaimanakah kita menghadapi semua itu? Kita butuh uang untuk keperluan kita sehari-hari, bagi mereka yang telah berumah tangga, tentu uang merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi berlangsungnya kehidupan ini. Untuk biaya makan sehari-hari, membayar tagihan, membayar biaya anak sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lain yang tak terduga. Dari manakah kita membayar semua itu kalau bukan dengan uang?  Pasti sebagai kepala rumah tangga akan sangat pusing memikirkan hal itu, seorang istri akan sering marah-marah jika kurang uang bulanan.
Ini menunjukkan betapa pentingnya uang dalam kehidupan sehari-hari. Dan mereka yang cukup dengan materi, terlihat sangat bahagia. Padahal kita tidak tahu ada masalah-masalah lain yang mereka hadapi,mungkin itu lebih berat dari kita. Bahkan para pengusaha terkadang merasa iri melihat kehidupan seorang petani, terlihat tanpa beban, mereka hanya memikirkan esok yang akan dimakan.   Sungguh manusia selalu melihat orang lain lebih bahagia darinya.
 “ Rumput tetangga lebih hijau “ itulah sebuah ungkapan yang memiliki arti bahwa kehidupan orang lain terlihat lebih bahagia. Padahal sesungguhnya tidaklah begitu benar. Yang penting adalah rasa syukur. Berapa pun kekurangan kita, apapun bentuk kekurangan kita, tetaplah harus bersyukur. Karna dengan bersyukur , Allah akan menambah kenikmatan-Nya. Dalam firman-Nya “ Lain syakartum la azidannakum, walain kafartum inna adzabii lasyadid “
Maka syukur dan syukur kita sebagai hamba atas apa yang telah Allah berikan. Dengan tetap berusaha, berdoa, dan tawakkal itulah kunci kebahagiaan. Jika pun ingin mmmengeluh, maka cukupkanlah kita curhat kepada Allah, tanpa kita berbicara kepada orang-orang keluhan kita.